Kamis, 24 Mei 2012

GRUNGE.. PEARL JAM.. MASA DULU DAN MASA KINI

Bagi yang lahir di awal tahun 80-an, atau pada tahun-tahun sebelumnya pasti sedikit mengingat band satu ini yang pada tahun 90-an begitu mendunia dengan lagu-lagu hits-nya. Kenapa sedikit mengingat ?. Ya, sedikit, karena jika pertanyaan seperti ini dilontarkan kepada kawan:
“Apakah kawan pernah mengenal musik beraliran Grunge waktu dulu ?.”
Aku yakin, untuk sesaat kawan akan berpikir terlebih dahulu sambil mengingat-ingat kembali masa itu. Dan kemudian terlintas lah ingatan akan kenangan kawan yang melesat jauh ke masa lalu, saat dimana masih duduk di sekolah dasar-yang untuk pertama kalinya mendengar kata Grunge, atau musik yang beraliran Grunge.
Lalu mengapa awal tahun 80-an atau tahun sebelumnya ?. Karena dengan lahir di tahun tersebut, maka setidaknya kawan akan cukup mengerti mengenai musik yang sedang ‘heboh-hebohnya’ pada zaman tersebut. Heboh dalam artian melanda remaja-remaja negeri ini kala itu. Ya, meskipun tentunya umur kawan pada saat itu, masih dibawah 10 menjelang 11 tahun, ataupun (umur) dibawahnya, ketika album pertama Pearl Jam di rilis secara resmi di Amerika pada tanggal 27 Agustus 1991, dengan judul album “Ten”. Ya, band tersebut bernama Pearl Jam yang beraliran musik Grunge. Flashback ke masa lalu mengenai Grunge dan Pearl Jam:
Grunge yang sangat identik atau populer di Amerika sana dengan sebutan “Seattle sound”. Kita kesampingkan arti dibalik “sound” pada sebutan Seattle sound yang sangat jelas bahwa sound bermakna bunyi/suara/musik. Lalu kenapa disebut dengan Seattle ?. Mungkin jika orang yang fanatik dengan Grunge sejak dulu bahkan sampai sekarang, pasti akan tahu dan dengan mudah menjawab apa arti dibalik “Seattle” pada sebutan Seattle sound. Seattle sendiri berarti sebuah tempat/wilayah di negara bagian Washington, Amerika. Jadi “Seattle sound’ merujuk pada arti “bunyi/suara/musik dari Seattle.”
Aliran musik Grunge melejit karena diawali dari grup band Nirvana yang merilis album Nevermind dan Pearl Jam yang merilis album Ten pada tahun 90-an melalui label independen Sub Pop. Aliran musik grunge biasanya dikenali dengan suara distorsi gitar yang berat dengan lirik melankonis/apatistik. Semakin berkibarnya ‘bendera’ Grunge, maka semakin banyak grup band yang mencontoh Grunge sebagai kiblat musik yang patut ditiru pada zaman itu. Banyak grup band Amerika lainnya yang akhirnya memilih jalur musik Grunge, dan beberapa grup band Indonesia juga melakukan hal yang sama. Berikut ini nama-nama grup band tersebut, namun di bawah ini terdapat nama-nama grup band yang juga telah eksis sebelum tahun 90-an, seperti Mudhoney dan lainnya.
Grup Band yang berasal dari wilayah Seattle
Year Bitch, Alice in Chains, Blood Circus, Green River, Gruntruck, Hammerbox, Love Battery, Mad Season, Malfunkshun, Melvins, Mono Men, Mother Love Bone, Mudhoney, My Sister’s Machine, Screaming Trees, Skin Yard, Soundgarden, Tad, Temple of the Dog, The U-Men, Truly, Willard

Grup Band yang berasal dari luar wilayah Seattle
Babes in Toyland (Minneapolis, Minnesota), Hole (Los Angeles, California), L7 (Los Angeles, California), Paw (Lawrence, Kansas), Stone Temple Pilots (San Diego, California), The Fluid (Denver, Colorado), The Nymphs (Los Angeles, California).

Grup Band yang berasal dari Indonesia
Besok Bubar (Bandung,Indonesia), Navicula (Bali, Indonesia), Scofield (Mojokerto, Indonesia), The Bolong (Indonesia), Toilet Sounds (Indonesia), Cupumanik (Bandung, Indonesia), Zorv (Surabaya, Indonesia), Konspirasi (Jakarta, Indonesia), Noise (Bogor, Indonesia), Depresi Demon (Medan, Indonesia), Merdu Hate (Jambi, Indonesia), nGACO (Papua, Indonesia), Simple Sound (Kediri,Indonesia), Jawa Clown (Kediri,Indonesia)
Dan kemudian Pearl Jam, adalah sebuah grup band yang dibentuk pada tahun 1990-an di Seattle, Washington, Amerika. Sebuah grup band yang sangat populer dan dianggap oleh semua kalangan orang sebagai pioneer atau pelopor musik beraliran grunge bersama dengan Nirvana, Alice in Chains, dan juga Soundgarden.
Sepanjang sejarahnya, Pearl Jam mempunyai 8 album yang kesemuanya dirilis di Amerika Serikta dan yang terdiri dari berikut dibawah ini:
1. Album berjudul Ten (27 Agustus 1991)
2. Album berjudul Vs. (19 Oktober 1993)
3. Album berjudul Vitalogy (6 Desember 1994)
4. Album berjudul No Code (27 Agustus 1996)
5. Album berjudul Yield (3 Februari 1998)
6. Album berjudul Binaural (19 Mei 2000)
7. Album berjudul Riot Act (12 November 2002)
8. Album berjudul Pearl Jam (2 Mei 2006)
4e28388324937b38b80fa6f32e51ff93_album-pearl-jam-1f9e22e8e5df3e42884dfbe78d79df750_album-pearl-jam-20c71feea6e3e980e715ec38e71d706ab_album-pearl-jam-3
Selain merilis album, Pearl Jam juga merilis beberapa rekaman konser dan album kompilasi. Rekaman konser yang dirilis oleh Pearl Jam sebanyak 70 buah rekaman, ketika konser di Amerika dan Eropa, dan dirilis dalam bentuk Audio CD. Dan kemudian zaman sedemikian cepat maju dengan laju pertumbuhan teknologi internet yang tinggi, maka diantara tahun 2005-2006, Pearl Jam merilis album rekaman konsernya dalam format digital yang bisa dibeli dan diunduh pada situs mereka PearlJam.com. Pada tahun sebelumnya, 2003, Pearl Jam telah merilis satu album khusus yaitu dengan format akustik yang diberi judul Live at Benaroya Hall”.
Untuk klip video, Pearl Jam hanya tercatat lagu Jeremy, Alive, Even Flow, Life Wasted, World Wide Suicide, Immagine in Cornice, dan beberapa album paling teranyar mereka.
Aku pribadi terlahir sekitar tahun 80-an akhir, dan mengetahui alias memahami apa itu musik berikut juga dengan alirannya yang sedang booming pada saat itu yaitu Grunge-yang tiap hari didengung-dengungkan oleh teman sekelas pada saat kelas 4 SD dulu. Di dengung-dengungkan disini dalam artian, adakalanya tiap hari akan ada kata Grunge yang disebut oleh temanku. Entah saat di kelas, sambil mencoret-coret atau menggambar khasn yang identik dengan aliran musik Grunge yaitu wajah bulat dengan mata berbentuk x yang sedang tersenyum meledek.
b9b32606e9c045aa590b983795f8b7a5_icon-grunge
Atau mengukir/merangkai kata Grunge dengan seleranya masing-masing. Atau pada saat jam istirahat tiba, dimana teman SD laki-laki yang membeli poster Grunge dengan foto Pearl Jam atau Nirvana. Lalu pada masa itu, juga ada sebutan yang populer yaitu “anak Grunge”. Sebutan ini sebenarnya bersanding dengan sebutan “anak Punk” yang juga eksis pada zaman tersebut. Dalam artian bersanding disini adalah, karena pada masa itu komunitas Grunge dan Punk sama besar di setiap sudut kota Jakarta.
Grunge dilihat dari sisi positifnya adalah sebuah sebutan yang bermakna “apa adanya, alias tidak neko-neko, dan kata lainnya adalah tidak dilebih-lebihkan. Kasarnya, anda lihat seperti ini, maka seperti ini lah saya, tidak peduli orang lain mau bilang apa”. Dalam sisi negatif dari Grunge, karena mencerminkan sikap yang tidak mau ambil peduli, maka kebanyakkan orang pada waktu itu memberi cap Grunge sebagai (maaf) ‘sampah’, dalam artian hidup bebas tanpa aturan yang mengekang, seperti mabuk-mabukan, dan hal negatif lainnya. Meskipun kenyataan ini sangat pahit, tapi itu lah realita yang terjadi. Hal ini sebenarnya juga sama dengan sisi lain dari Punk yang bebas tanpa aturan. Maka dari itu, santer terdengar dulu grup band terkenal macam Nirvana dan Soundgarden menolak nama grup band-nya disebut Grunge. Mereka lebih nyaman bila aliran grup band-nya disebut dengan hard rock.
Di zaman ini, yang segalanya telah berubah sedemikian cepat dan berlalu. Aliran musik Grunge memang seolah mati suri dan tak lagi booming seperti layaknya pada tahun 90-an yang lalu. Namun kedepannya, aliran musik Grunge atau hard rock agar lebih bisa mendapatkan tempat bagi penikmat musik di dunia, dan khususnya tanah air agar ada warna tersendiri dari musik tanah air. Namun dengan tetap berpegang pada sisi positif yang tercermin pada aliran musik Grunge, dan meninggalkan sisi negatif yang juga tercermin dalam aliran musik Grunge.

Sumber penunjang data dan gambar : wikipedia, google

twitter  facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar