GUNS GRUNGE
Selamat datang di blog saya
Jumat, 25 Mei 2012
KURT DONALD COBAIN BIO
Kurt Donald Cobain (20 Februari 1967 – ± 5 April 1994) adalah penyanyi, penulis lagu dan gitaris dalam band grunge dari Seattle, Nirvana. Dengan sukses band ini, Cobain menjadi selebriti nasional dan internasional, suatu posisi yang disandangnya dengan berat hati.
Pada 1991, melejitnya lagu Cobain yang paling terkenal, Smells Like Teen Spirit, menandai bermulanya perubahan besar dalam musik pop dari jenis musik yang populer pada tahun 1980-an seperti glam metal, arena rock, dan dance-pop, kepada grunge dan alternative rock.
Selain itu lagu-lagu tulisan Cobain lainnya misalnya About a Girl, Come as You Are, In Bloom, Lithium, Heart-Shaped Box, All Apologies, dan Rape Me.
Cobain menikah dengan Courtney Love pada 24 Februari 1992 di Waikiki, Hawaii. Pada 18 Agustus, 1992, Frances Bean Cobain dilahirkan.
Pada 1 Maret 1994, setelah konser di München, Jerman, Cobain didiagnosa dengan bronchitis dan laryngitis yang parah. Ia diterbangkan ke Roma hari berikutnya untuk menjalani pengobatan, dan istrinya bergabung pada 3 Maret.
Pagi berikutnya, Love bangun dan menemukan Cobain sudah overdose dengan paduan dari champagne dan Rohypnol. Ia dilarikan ke rumah sakit dan setelah lima hari di sana diperbolehkan pulang. Karena masalah drugs ini, Cobain dimasukkan ke panti rehabilitasi pada tanggal 30 Maret. Pada malam 1 April, Cobain keluar untuk merokok dan kemudian kabur dari panti tersebut dengan memanjat pagar. Ia kemudian pergi ke Seattle dan menghilang.
Pada tanggal 3 April, Love menghubungi seorang private investigator, Tom Grant, dan menyewanya untuk menemukan Cobain. Pada tanggal 8 April 1994, jenazah Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya di Lake Washington oleh pegawai Veca Electric bernama Gary Smith. Otopsi kemudian memperkirakan Cobain tewas pada 5 April 1994.
Sebuah surat bunuh diri ditemukan di saku jaketnya. Dalam suratnya itu Ia menulis;
"Karena ditulis oleh seorang tolol kelas berat yang jelas-jelas lebih pantas menjadi seorang pengeluh yang lemah dan kekanak-kanakan. Surat ini seharusnya mudah dimengerti. Semua peringatan dari pelajaran-pelajaran punk rock selama bertahun-tahun. Setelah perkenalan pertamaku dengan, mungkin bisa dibilang, nilai-nilai yang terikat dengan kebebasan dan keberadaan komunitas kita ternyata terbukti sangat tepat. Sudah terlalu lama aku tidak lagi merasakan kesenangan dalam mendengarkan dan juga menciptakan lagu sama halnya seperti ketika aku membaca dan menulis. Tak bisa dilukiskan lagi betapa merasa bersalahnya aku atas hal-hal tersebut. Contohnya, sewaktu kita bersiap berada di belakang panggung dan lampu-lampu mulai dipadamkan dan penonton mulai berteriak histeris, hal itu tidak mempengaruhiku, layaknya Freddie Mercury, yang tampaknya menyukai, menikmati cinta dan pemujaan penonton. Sesuatu yang membuatku benar-benar kagum dan iri. Masalahnya, aku tak bisa membohongi kalian. semuanya saja. Itu tidak adil bagiku ataupun kalian. Kejahatan terbesar yang pernah kulakukan adalah menipu kalian dengan memalsukan kenyataan dan berpura-pura bahwa aku 100 persen menikmati saat-saat diatas panggung. Kadang aku merasa bahwa aku harus dipaksa untuk naik ke panggung. Dan aku sudah mencoba sekuat tenaga untuk menghargai paksaan itu, sungguh, Tuhan percayalah kalau aku sungguh-sungguh melakukan itu, tapi ternyata itu tidak cukup. Aku menerima kenyataan bahwa aku dan kami telah mempengaruhi dan menghibur banyak orang. Tapi, aku hanya seorang narsis yang hanya menghargai sesuatu jika sesuatu itu sudah tidak ada lagi. Aku terlalu peka. Aku butuh sedikit rasa untuk bisa merasakan kembali kesenangan yang kupunya ketika kecil. Dalam tiga tur terakhir kami, aku mempunyai penghargaan yang lebih baik terhadap orang-orang. Saking cintanya itu membuatku merasa sangat sedih. Aku adalah Jesus man, seorang pisces yang lemah, peka, tidak tahu terima kasih, dan sedih. Kenapa kamu nggak menikmatinya saja? Nggak tahu. Aku punya istri yang bagaikan dewi yang berkeringat ambisi dan empati dan seorang putri yang mengingatkanku akan diriku sendiri di masa lalu. Penuh cinta dan selalu gembira, mencium siapa saja yang dia ditemui karena menurutnya semua orang baik dan tidak akan menyakitinya. Itu membuatku ketakutan sampai-sampai aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa membayangkan Frances tumbuh menjadi roker busuk yang suka menghancurkan diri sendiri dan menyedihkan seperti aku sekarang. Aku bisa menerimanya dengan baik, sangat baik, dan aku bersyukur, tapi aku telah mulai membenci semua orang sejak aku berumur tujuh tahun. Hanya karena mereka terlihat begitu mudah bergaul, dan berempati. Empati! kupikir itu disebabkan karena cinta dan perasaanku yang terlalu besar pada orang-orang. Dari dasar perut mualku yang serasa terbakar, aku ucapkan terima kasih atas surat dan perhatian kalian selama ini. Aku hanyalah seorang anak yang angin-anginan dan plin-plan! Sudah tidak ada semangat yang tersisa dalam diriku. Jadi ingatlah, lebih baik terbakar habis, daripada memudar".
Kurt Cobain tetap diingat dan memberikan inspirasi kepada para fans setianya, pada 13 Mei 2010 - 6 September 2010, Seattle Art Museum menggelar pameran bertemakan "Kurt" untuk memberikan penghormatan.
sumber : wikipedia
Kamis, 24 Mei 2012
GRUNGE.. PEARL JAM.. MASA DULU DAN MASA KINI
Bagi yang lahir di awal tahun 80-an, atau pada
tahun-tahun sebelumnya pasti sedikit mengingat band satu ini yang pada
tahun 90-an begitu mendunia dengan lagu-lagu hits-nya. Kenapa sedikit
mengingat ?. Ya, sedikit, karena jika pertanyaan seperti ini dilontarkan
kepada kawan:
“Apakah kawan pernah mengenal musik beraliran Grunge waktu dulu ?.”
Aku yakin, untuk sesaat kawan akan berpikir terlebih dahulu sambil mengingat-ingat kembali masa itu. Dan kemudian terlintas lah ingatan akan kenangan kawan yang melesat jauh ke masa lalu, saat dimana masih duduk di sekolah dasar-yang untuk pertama kalinya mendengar kata Grunge, atau musik yang beraliran Grunge.
2. Album berjudul Vs. (19 Oktober 1993)
3. Album berjudul Vitalogy (6 Desember 1994)
4. Album berjudul No Code (27 Agustus 1996)
5. Album berjudul Yield (3 Februari 1998)
6. Album berjudul Binaural (19 Mei 2000)
7. Album berjudul Riot Act (12 November 2002)
8. Album berjudul Pearl Jam (2 Mei 2006)


“Apakah kawan pernah mengenal musik beraliran Grunge waktu dulu ?.”
Aku yakin, untuk sesaat kawan akan berpikir terlebih dahulu sambil mengingat-ingat kembali masa itu. Dan kemudian terlintas lah ingatan akan kenangan kawan yang melesat jauh ke masa lalu, saat dimana masih duduk di sekolah dasar-yang untuk pertama kalinya mendengar kata Grunge, atau musik yang beraliran Grunge.
Lalu mengapa awal tahun 80-an atau tahun
sebelumnya ?. Karena dengan lahir di tahun tersebut, maka setidaknya
kawan akan cukup mengerti mengenai musik yang sedang ‘heboh-hebohnya’
pada zaman tersebut. Heboh dalam artian melanda remaja-remaja negeri ini
kala itu. Ya, meskipun tentunya umur kawan pada saat itu, masih dibawah
10 menjelang 11 tahun, ataupun (umur) dibawahnya, ketika album pertama
Pearl Jam di rilis secara resmi di Amerika pada tanggal 27 Agustus 1991,
dengan judul album “Ten”. Ya, band tersebut bernama Pearl Jam yang
beraliran musik Grunge. Flashback ke masa lalu mengenai Grunge dan Pearl Jam:
Grunge yang sangat identik atau populer di Amerika sana dengan
sebutan “Seattle sound”. Kita kesampingkan arti dibalik “sound” pada
sebutan Seattle sound yang sangat jelas bahwa sound bermakna
bunyi/suara/musik. Lalu kenapa disebut dengan Seattle ?. Mungkin jika
orang yang fanatik dengan Grunge sejak dulu bahkan sampai sekarang,
pasti akan tahu dan dengan mudah menjawab apa arti dibalik “Seattle”
pada sebutan Seattle sound. Seattle sendiri berarti sebuah
tempat/wilayah di negara bagian Washington, Amerika. Jadi “Seattle
sound’ merujuk pada arti “bunyi/suara/musik dari Seattle.”
Aliran musik Grunge melejit karena diawali
dari grup band Nirvana yang merilis album Nevermind dan Pearl Jam yang
merilis album Ten pada tahun 90-an melalui label independen Sub Pop.
Aliran musik grunge biasanya dikenali dengan suara distorsi gitar yang
berat dengan lirik melankonis/apatistik. Semakin berkibarnya ‘bendera’
Grunge, maka semakin banyak grup band yang mencontoh Grunge sebagai
kiblat musik yang patut ditiru pada zaman itu. Banyak grup band Amerika
lainnya yang akhirnya memilih jalur musik Grunge, dan beberapa grup band
Indonesia juga melakukan hal yang sama. Berikut ini nama-nama grup band
tersebut, namun di bawah ini terdapat nama-nama grup band yang juga
telah eksis sebelum tahun 90-an, seperti Mudhoney dan lainnya.
Grup Band yang berasal dari wilayah Seattle
Year Bitch, Alice in Chains, Blood Circus, Green River, Gruntruck, Hammerbox, Love Battery, Mad Season, Malfunkshun, Melvins, Mono Men, Mother Love Bone, Mudhoney, My Sister’s Machine, Screaming Trees, Skin Yard, Soundgarden, Tad, Temple of the Dog, The U-Men, Truly, Willard
Grup Band yang berasal dari luar wilayah Seattle
Babes in Toyland (Minneapolis, Minnesota), Hole (Los Angeles, California), L7 (Los Angeles, California), Paw (Lawrence, Kansas), Stone Temple Pilots (San Diego, California), The Fluid (Denver, Colorado), The Nymphs (Los Angeles, California).
Grup Band yang berasal dari Indonesia
Besok Bubar (Bandung,Indonesia), Navicula (Bali, Indonesia), Scofield (Mojokerto, Indonesia), The Bolong (Indonesia), Toilet Sounds (Indonesia), Cupumanik (Bandung, Indonesia), Zorv (Surabaya, Indonesia), Konspirasi (Jakarta, Indonesia), Noise (Bogor, Indonesia), Depresi Demon (Medan, Indonesia), Merdu Hate (Jambi, Indonesia), nGACO (Papua, Indonesia), Simple Sound (Kediri,Indonesia), Jawa Clown (Kediri,Indonesia)
Dan kemudian Pearl Jam, adalah sebuah grup
band yang dibentuk pada tahun 1990-an di Seattle, Washington, Amerika.
Sebuah grup band yang sangat populer dan dianggap oleh semua kalangan
orang sebagai pioneer atau pelopor musik beraliran grunge bersama dengan Nirvana, Alice in Chains, dan juga Soundgarden.
Sepanjang sejarahnya, Pearl Jam mempunyai 8 album
yang kesemuanya dirilis di Amerika Serikta dan yang terdiri dari berikut
dibawah ini:
1. Album berjudul Ten (27 Agustus 1991)2. Album berjudul Vs. (19 Oktober 1993)
3. Album berjudul Vitalogy (6 Desember 1994)
4. Album berjudul No Code (27 Agustus 1996)
5. Album berjudul Yield (3 Februari 1998)
6. Album berjudul Binaural (19 Mei 2000)
7. Album berjudul Riot Act (12 November 2002)
8. Album berjudul Pearl Jam (2 Mei 2006)
Selain merilis album, Pearl Jam juga merilis
beberapa rekaman konser dan album kompilasi. Rekaman konser yang dirilis
oleh Pearl Jam sebanyak 70 buah rekaman, ketika konser di Amerika dan
Eropa, dan dirilis dalam bentuk Audio CD. Dan kemudian zaman sedemikian
cepat maju dengan laju pertumbuhan teknologi internet yang tinggi, maka
diantara tahun 2005-2006, Pearl Jam merilis album rekaman konsernya
dalam format digital yang bisa dibeli dan diunduh pada situs mereka PearlJam.com. Pada tahun sebelumnya, 2003, Pearl Jam telah merilis satu album khusus yaitu dengan format akustik yang diberi judul “Live at Benaroya Hall”.
Untuk klip video, Pearl Jam hanya tercatat
lagu Jeremy, Alive, Even Flow, Life Wasted, World Wide Suicide, Immagine
in Cornice, dan beberapa album paling teranyar mereka.
Aku pribadi terlahir sekitar tahun 80-an
akhir, dan mengetahui alias memahami apa itu musik berikut juga dengan
alirannya yang sedang booming pada saat itu yaitu Grunge-yang
tiap hari didengung-dengungkan oleh teman sekelas pada saat kelas 4 SD
dulu. Di dengung-dengungkan disini dalam artian, adakalanya tiap hari
akan ada kata Grunge yang disebut oleh temanku. Entah saat di kelas,
sambil mencoret-coret atau menggambar khasn yang identik dengan aliran
musik Grunge yaitu wajah bulat dengan mata berbentuk x yang sedang
tersenyum meledek.
Atau mengukir/merangkai kata Grunge dengan
seleranya masing-masing. Atau pada saat jam istirahat tiba, dimana teman
SD laki-laki yang membeli poster Grunge dengan foto Pearl Jam atau
Nirvana. Lalu pada masa itu, juga ada sebutan yang populer yaitu “anak
Grunge”. Sebutan ini sebenarnya bersanding dengan sebutan “anak Punk”
yang juga eksis pada zaman tersebut. Dalam artian bersanding disini
adalah, karena pada masa itu komunitas Grunge dan Punk sama besar di
setiap sudut kota Jakarta.
Grunge dilihat dari sisi positifnya adalah
sebuah sebutan yang bermakna “apa adanya, alias tidak neko-neko, dan
kata lainnya adalah tidak dilebih-lebihkan. Kasarnya, anda lihat seperti
ini, maka seperti ini lah saya, tidak peduli orang lain mau bilang
apa”. Dalam sisi negatif dari Grunge, karena mencerminkan sikap yang
tidak mau ambil peduli, maka kebanyakkan orang pada waktu itu memberi
cap Grunge sebagai (maaf) ‘sampah’, dalam artian hidup bebas tanpa
aturan yang mengekang, seperti mabuk-mabukan, dan hal negatif lainnya.
Meskipun kenyataan ini sangat pahit, tapi itu lah realita yang terjadi.
Hal ini sebenarnya juga sama dengan sisi lain dari Punk yang bebas tanpa
aturan. Maka dari itu, santer terdengar dulu grup band terkenal macam
Nirvana dan Soundgarden menolak nama grup band-nya disebut Grunge.
Mereka lebih nyaman bila aliran grup band-nya disebut dengan hard rock.
Di zaman ini, yang segalanya telah berubah
sedemikian cepat dan berlalu. Aliran musik Grunge memang seolah mati
suri dan tak lagi booming seperti layaknya pada tahun 90-an
yang lalu. Namun kedepannya, aliran musik Grunge atau hard rock agar
lebih bisa mendapatkan tempat bagi penikmat musik di dunia, dan
khususnya tanah air agar ada warna tersendiri dari musik tanah air.
Namun dengan tetap berpegang pada sisi positif yang tercermin pada
aliran musik Grunge, dan meninggalkan sisi negatif yang juga tercermin
dalam aliran musik Grunge.
Langganan:
Komentar (Atom)
